Ikan Bakar Kang Abad
Perintis Menu Etong Pertama di Subang
Sore menjelang, aktifitas warga Subang di wilayah perkotaan pun perlahan menyurut. Biasanya mendekati gelap seperti itu, angkutan kota yang rajin mengelilingi kota Subang mulai hilang satu per satu kembali ke kandangnya. Begitu mendekati malam, Subang memang relatif tak terlalu ramai dengan hiruk pikuk manusia, bahkan cenderung sepi.
Tapi, denyut nadi kota Subang tak serta merta terhenti, tepatnya di seberang SMP 1 yang bersebelahan dengan RS PPN, sebuah lapak justru baru saja dibuka. Beberapa orang tampak sibuk memasang tenda, mengatur kursi dan meja serta memajang-majang perlengkapan makan pada sebuah gerobak yang memiliki etalase kaca. Dalam beberapa menit, lapak tersebut tertata rapi sebagai sebuah tenda yang menyediakan masakan dengan menu utama ikan bakar.
Warung tenda tersebut berlokasi persis di tengah-tengah pintu gerbang tak terpakai di sisi jalan raya. Posisinya nyempil pada sisi depan bagian tengah sebuah lahan tak terpakai yang ada di samping Subang Plaza Hotel. Tapi meski ada di pinggir jalan raya, wilayah operasinya berada di luar trotoar jalan karena sedikit masuk ke pekarangan lahan tak terpakai itu.
Begitu sudah dibuka, dalam hitungan menit mulai berdatangan pembeli yang datang ke sana. Sekejap saja kepulan asap dan bau wangi bakaran ikan beserta bumbunya sudah berhembus dan tertiup angin ke mana-mana. Aromanya benar-benar menggoda. Beberapa orang yang menjadi karyawan warung tenda tersebut tampak sibuk hilir mudik.
Di luar tenda, ada yang sibuk membakar ikan di pembakaran, sebagian kerepotan menyisit ikan atau cumi-cumi di bagian belakang. Sementara di bagian dalam tenda, salah seorang membagi-bagikan piring penuh nasi dan gelas berisi air putih pada konsumen yang sudah duduk rapi menunggu masakan disajikan.
Kesibukan terus berlanjut karena konsumen terus berdatangan. Dengan terampil seorang karyawan membereskan sisa-sisa makan dan membersihkan meja begitu serombongan pejabat yang selesai menikmati ikan bakar berlalu. Giliran sebuah keluarga masuk dan duduk menunggu masakan dihidangkan. Begitu seterusnya.
Belakangan, barulah diketahui bahwa lapak itu adalah warung tenda yang dikenal sebagai salah satu tempat favorit di Subang yang menyediakan bermacam ikan bakar lezat plus beberapa menu sea food. Nama Ikan Bakar Kang Abad yang tertulis di spanduknya kelihatan sudah sangat akrab dengan warga Subang yang rata-rata merupakan pelanggannya.
Cerita kesuksesan warung tenda itu cukup unik. Beberapa tahun silam, bermodal keberanian, pemilik Ikan Bakar Kang Abad nekad masuk ke Subang dan menawarkan ikan Etong yang merupakan santapan khas warga Pantai Utara (Pamanukan) sebagai menu utamanya. Tak disangka-sangka, produk yang dijajakannya ternyata diminati warga Subang. Tak genap setahun jadilah jadilah mereka penyedia ikan bakar Etong pertama yang menikmati sukses di kota Nanas tersebut.
Langkah yang dirintis Ikan Bakar Kang Abad lantas diikuti pedagang lain. Alhasil, kini cukup banyak lapak-lapak yang menyediakan ikan bakar Etong di beberapa wilayah kota Subang. Tapi, tetap saja sebagai pelopor, warung tenda tersebut tak pernah ditinggalkan konsumen. Apalagi, menurut pemiliknya bumbu rahasia untuk ikan bakar yang jadi andalan Ikan Bakar Kang Abad memiliki cita rasa tersendiri yang tak bisa ditiru para pesaing sejenis.
Kini, dengan menu-menu seharga Rp 15 – 25 ribu, Ikan Bakar Kang Abad masih rutin dikunjungi pelanggan setianya. Selain ikan Etong, menu-menu lain seperti cumi, ikan Kakap pun tak kalah laris diburu. Pada akhir pekan bisa dipastikan tak ada ruang tersisa untuk duduk di dalam warung tenda. Tepat jam satu malam, waktu rutin tutup, menu yang ada sudah ludes tak bersisa.
Hari Pitrajaya
Jurnalis Independen Subang