Archive for the ‘Berita SUBANG & sekitarnya’ Category
Ada Indikasi Penggelembungan Suara di Pilkada Subang
Meski masih berupa indikasi dan penelusuran, namun terdapat indikasi kecurangan dalam perolehan suara di Pilkada Subang. Hal tersebut terungkap dari pernyataan tim sukses dua pasangan calon bupati Subang, yakni Imas Aryumingsih – Primus Yustisio dan Bambang Heryanto – Alma Lucyanti.
Bahkan, tim sukses calon bupati Imas Aryumningsih – Primus Yustusio bersiap melakukan gugatan ke KPU Subang menyusul hasil akhir hitung cepat versi KPU setempat yang memenangkan pasangan calon incumbent Eep Hidayat – Ojang Sohandi.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, dasar gugatan terutama penggelembungan suara pada saat pencoblosan yang terjadi di berbagai kecamatan khususnya wilayah Subang Selatan. Pihak yang merasa dirugikan pun masih terus melakukan investigasi dan mengumpulkan data-data yang ada di lapangan. Selain itu, banyaknya aparat desa dan kecamatan disinyalir mengkoordinasi massa untuk mencoblos pasangan tertentu.
Menanggapi hal tersebut, Rokib El-Faris, Ketua KPUD Subang, mempersilakan para tim sukses pasangan calon melakukan keberatan atau gugatannya ke KPUD. “Tetapi sesuai aturan yaitu setelah selesai penghitungan suara manual pada Sabtu (1/11),” tandasnya.
Primus Yustisio Dikejar Utang?
Belum juga diperoleh kepastian soal hasil Pilkada Kabupaten Subang, aktor Primus Yustisio diterpa isu tidak sedap. Bintang sinetron yang mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati ini, dikabarkan menderita kekalahan dan mulai menerima tagihan utang dari para tim suksesnya. Para pendukungnya konon mulai khawatir dengan uang yang sudah mereka gunakan untuk mendukung suami Jihan Fahira itu.
Seperti dilansir dari Kapanlagi, konfirmasi seputar kabar kurang sedap itu segera dilakukan ke kediaman Primus, di Komplek Slipi Jl. Widya Chandra 11 No. 2 A, Jakarta Selatan, Rabu (28/10). Namun rumah mewah itu hanya ditunggui oleh Gathan Nagie, sepupu Primus. Sementara Primus bersama Jihan Fahira sedang berada di Subang, memantau penghitungan Pilkada di KPUD setempat.
Gathan, saat dimintai keterangan membantah perihal gosip utang biaya kampanye itu. Justru menurutnya kekayaan yang dimiliki kakak sepupunya itu hampir menyentuh Rp40 Miliar. “Primus tidak terlibat utang, untuk kampanye dia punya uang pribadi,” ungkapnya.
Sementara untuk biaya Pilkada menurut Gathan tidak lebih dari sekitar Rp10 Miliar, itu pun harus ditanggung oleh dua calon. Tentu bukan suatu yang berat, hingga harus menggadaikan rumah atau hutang yang lainnya, katanya.
“Saya baru tahu dari teman-teman, itu isu atau gosip yang dikeluarkan dari lawan politiknya,” ungkap Gathan.Gathan juga menantang para wartawan, mengajak untuk memeriksa rumah itu, untuk memastikan kalau memang tidak ada plang, tanda rumah disita.
“Kalau rumah ini disita pasti ada plangnya, kalau tidak percaya lihat ke dalam nggak ada,” pungkasnya dengan nada tinggi.
sumber: kapanlagi.com
KPUD Subang Bakal Dituntut Tim Kampanye Imas – Primus
Tim kampanye Imas – Primus di Subang bakal menggugat KPUD Subang terkait kecurangan yang diprediksi terjadi di daerah Selatan. Seperti dilansir dari Pikiran Rakyat, Dadang Suherman dari tim kampanye Imas – Primus menyatakan pihaknya akan menggugat KPU terkait ditemukannya sejumlah pelanggaran dalam pelaksanaan pemungutan suara.”Antara lain kami menemukan adanya penggelembungan suara untuk calon tertentu di daerah selatan,” pungkasnya. (*)
Cabup Incumbent Subang Unggul di 16 Kecamatan
Hasil quick count Pilkada Subang mencatatkan calon incumbent Eep Hidayat – Ojang Sohandi sebagai pasangan yang memperoleh suara terbanyak. Seperti dilansir dari situs resmi KPUD Subang, Eep – Ojang unggul di sekitar 16 kecamatan yang terkonsentrasi di bagian Selatan Subang.
Pasangan Imas – Primus yang menempel dengan perolehan cukup ketat unggul suara di 11 kecamatan wilayah Utara Subang. Sementara, seperti prediksi banyak kalangan masyarakat, Bambang – Lusi berhasil mendapat suara terbanyak di wilayah kota Subang. Tapi, di luar prediksi Eep – Ojang ternyata berhasil pula menggalang suara signifikan di Subang kota.
Secara keseluruhan, total hak pilih yang menyalurkan aspirasinya dalam Pilkada Subang adalah 769.195 suara dari daftar pemilih tetap sebanyak 1.059.275 suara. (*)
KIPP Pusat: Golongan Putih Subang Capai Seperempat Persen Lebih
Dari pantauan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Pusat, tercatat bahwa angka golongan putih (golput) cukup tinggi dalam Pilkada Subang periode 2008-2013 yang digelar pada Minggu (26/10).
Hal tersebut diungkap Kaka Suminta, anggota Divisi Monitoring KIPP Pusat yang turut memantau secara langsung Pilkada Subang. “Jumlah golongan putih mencapai 27%,” tuturnya saat dihubungi kotasubang online, Selasa (28/10).
Dari pantauan Kaka, seperempat lebih masyarakat yang tak menyalurkan suaranya pada saat pencoblosan dipicu oleh tidak terbagikannya kartu pemilih. “Kartu pemilih menumpuk di PPS mencapai 15 hingga 20 persen,” tandasnya. (*)
Eep-Ojang Unggul Sementara di Pilkada Subang
Dari informasi Pilkada Subang yang berhasil dihimpun tim kotasubang online hingga (28/10), incumbent Eep Hidayat-Ojang Sohandi masih memegang posisi teratas dengan perolehan 34,17% suara. Sebagai catatan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Subang, selesai melakukan penghitungan suara cepat pada Minggu (26/10) malam.
Meski kemenangan sudah diraih Eep Hidayat – Ojang Sohandi, namun KPUD Subang menjelaskan bahwa hal itu masih merupakan hasil sementara. Menurut KPUD Subang, hasil penghitungan cepat yang selesai pada Minggu (26/10) pukul 23.30 WIB tersebut masih berupa perkiraan semata. Hasil suara yang sebenarnya bakal diperoleh dari penghitungan manual yang dilakukan KPUD selanjutnya.
Dalam quick count, Eep Hidayat-Ojang Sohandi berhasil meraup 262.825 suara (34,17%) . Pasangan Imas Aryumsingsih-Primus Yustisio mencatatkan 252.673 suara (32,85 %). Pasangan Bambang Heryanto-Alma Lucyati membukukan 160.279 suara (20,84%).
Terpaut cukup jauh dari posisi tiga besar, pasangan Ahmad Juanda-Nandang Sudrajat meraih 45.364 suara (5,90%). Pasangan Diding Kurniawan dan Hasyim meraup 33.514 (4,3%). Pada posisi buncit adalah Kusbini-Hernanto Kukuh memperoleh 14.550 suara (1,89%). (*)
Pilkada Subang: Siap-siap Warga Subang, Bijaksana Pilih Bupati Besok!
Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu warga Subang tiba juga. Pencoblosan besok Minggu (26/10) bakal menentukan siapa calon Bupati yang bakal dipilih oleh rakyat. Dari enam kandidat yang ada tampaknya pertarungan sengit bakal berkutat antara pasangan Imas-Primus, Eep-Ojang dan Bambang Lucy.
Dari polling yang digelar kotasubang online selama hampir dua minggu dan ditutup pada 25 Oktober 2008, Bambang – Lusi menempati urutan pertama dengan perolehan 46% suara. Menyusul Imas – Primus pada posisi kedua dengan 21% suara. Eep – Ojang mendapat 17% suara. Sisanya berturut-turut Diding – Hasyim, Djuanda – Nandang dan Kusbini – Ernanto dengan perolehan 10%, 4% dan 2%.
Polling kecil-kecilan yang hanya menangkap 0,01% aspirasi warga Subang di internet ini memang tak bisa mengakomodasi suara rakyatnya yang mencapai lebih dari 1,5 juta orang. Namun, setidaknya bisa memberikan gambaran bahwa komunitas dunia maya pun tak mau ketinggalan untuk ikut menggalang suara dan menentukan pilihan dalam pilkada kali ini.
Nah, warga Subang, apapun pilihan Anda besok. Sebagai renungan, jangan lupa dan camkan baik-baik, keliru mencoblos calon satu menit maka penderitaan panjang selama lima tahun bakal menghantui Anda. Maka, pilih dengan bijaksana calon bupati sesuai hati nurani. Semoga kita beruntung memilih bupati yang mengerti rakyatnya.
Catut Nama Kajari Subang, Penelpon Misterius Peras Pejabat
Kejahatan yang memanfaatkan nama orang lain terjadi di Subang. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subang, Yusron tersangkut namanya dicatut oleh orang tak bertanggung jawab. Seperti dilansir dari beberapa media, dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku staf pribadi Kajari atau Kabag TU Kejaksaan.
Beberapa pejabat mengaku pernah dihubungi oleh utusan Kajari itu. Antara lain Kepala Dinas Pariwisata, Kamal Maruf. Hal tak jauh berbeda pun diungkapkan seorang staf Dispenda, Yono. Padahal setelah dicek ternyata instruksi itu bersifat mengelabui.
Di tempat terpisah, Kajari Subang, Yusron membatah keras jika dirinya pernah memerintahkan anak buahnya untuk menghubungi para pejabat Subang. Sementara Agus dan Ganjar yang sempat disangkut-sangkutkan juga sudah melaporkan ada orang yang mencatut nama-namanya. (*)
Cabup dan Cawabup Subang 2008 – 2013
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|||
|
1
|
2
|
|||||
|
Drs.Eep Hidayat |
Hj. Imas Aryumningsih, S.E. |
|||||
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|||
|
3
|
4
|
|||||
|
Drs. H. Kusbini, M.Si. |
Drs. H. Bambang Heryanto, M.Si. |
|||||
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|||
|
5
|
6
|
|||||
|
KH. Ahmad Djuanda, M.H. |
Diding Kurniawan, S.H. |
|||||
(dikutip dari www.subang.go.id)
Panjat Tower, Mantan Anggota DPRD Subang Hendak Bunuh Diri
Mantan anggota DPRD Subang Nano Hermanto berusaha bunuh diri dengan menaiki sebuah tower setinggi sekitar 62 meter di Sukamelang, Subang, pada Kamis (16/10). Saksi mata menuturkan, Nano memanjat tower tersebut sekitar pukul 05.00 WIB.
Setelah memanjat, Nano berusaha bunuh diri dengan alasan pihak berwajib tidak menuntaskan kasus tipikor di Subang yang diduga melibatkan calon bupati Subang Eep Hidayat. Hal itu berhasil diketahui dari selebaran yang disebar Nano dari atas tower sekitar pukul 09.00.
Nano berhasil diturunkan sekitar pukul 12.30 setelah dibujuk oleh tiga orang temannya yang juga anggota DPRD Subang. Ketiga rekannya tersebut memanjat tower beserta beberapa anggota pemadam kebakaran. (*)












