Archive for the ‘Otomotif’ Category
Balapan MotoGP di Sepang Masih Seru
Valentino Rossi memang sudah memastikan diri menjadi juara dunia MotoGP. Namun, balapan MotoGP Malaysia di Sepang nanti dipastikan bakal berlangsung seru.
Ya, Rossi memang telah menjadi juara dunia. Pembalap Fiat Yamaha itu melakukannya saat menjuarai MotoGP Jepang di Motegi dua pekan lalu. Hal yang sama juga di kelas 125cc dimenangkan pembalap Prancis Mike di Meglio.
Namun, promotor Sirkuit Sepang Internasional (SIC) Ismadi Ishak, menilai balapan yang akan berlangsung 17-19 Oktober mendatang itu masih seru untuk ditonton.
“Meskipun faktanya dua gelar juara dunia telah dipastikan, tapi pembalap di tiga kategori 125cc, 250cc dan MotoGP tetap berkomitmen ingin memenangi balapan itu di GP Malaysia mendatang,” demikian pernyataan Ishak.
“Kami melihat bagaimana Dani Pedrosa balapan di Phillip Island kemarin. Dia sudah mengeber motornya sangat kencang. Sayang dia terjatuh di balapan itu,” lanjut pria asal Malaysia itu.
“Valentino Rossi memang sudah memastikan gelar juara dunia. Tapi, dia masih memaksakan dan menatang Nicky Hayden untuk merebut posisi kedua,” tambahnya seperti dilansir NST, Selasa (7/10/2008).
Meski begitu, Sepang juga berpeluang melihat jawara di kelas 250cc. Hingga kini pembalap asal Italia Marco Simoncelli memimpin klasemen dengan keunggulan 37 poin atas rivalnya.
“Untuk itu, saya berharap para pembalap juga melakukan hal yang sama dengan mencanangkan ambisi untuk meraih kemenangan,” pungkasnya. (*)
okezone.com
Tunggu Gebrakan New City
![]() |
|
Melihat sosok New Honda City yang berkeliaran di jalan raya saat ini, tak ada lagi yang terlalu istimewa. Bahkan keunggulan City di Tanah Air, terutama dari sisi penjualan, dalam menghadapi Toyota Vios, lebih disebabkan Toyota membuat ‘kloning’ Vios untuk armada taksi.
Setelah kembaran Vios yang bernama Limo itu dipakai untuk taksi sekitar tiga tahun lalu, sejak itu pulalah City terus memimpin pasar hingga saat ini. Para pesaing boleh mengeluarkan model baru, namun model-model anyar itu tak satupun mampu menggulingkan New City dari puncak singgasana.
Honda City pada Juli 2008 mencatat angka penjualan sebanyak 363 unit. Dengan pencapaian itu, total penjualan Honda City pada tahun ini tercatat sebanyak 3.184 unit.
Meskipun Toyota Vios meraih gelar mobil terbaik untuk kategori sedan kecil dalam ajang Indonesian Motor Show tahun lalu, namun cap sebagai mobil taksi begitu kuat di benak konsumen Indonesia. Akibatnya, andalan Toyota di segmen small sedan ini kalah bersaing dengan New City.
Tapi Toyota tak perlu kecil hati karena model Limo, yang notabene merupakan spec down dari Vios adalah raja untuk pasar taksi. Setelah era Soluna berakhir, sejumlah besar perusahaan taksi di Jakarta meremajakan armada mereka dengan Limo. Bahkan Limo model 2008 seperti sudah menjadi kendaraan wajib bagi armada taksi di Ibu Kota.
Kembali ke New City, sedan mungil ini tak lama lagi akan mendapatkan adik baru yang mengalami perombakan total, bukan lagi facelift. Jika melihat sosoknya, tak dipungkiri sedan andalan pabrikan berlogo H ini akan melanjutkan kejumawaannya di segmen small sedan.
Model anyar yang belum tahu kapan akan diluncurkan ini memiliki kesan yang jauh berbeda dengan kakaknya. Jika New City yang sekarang beredar lebih pas untuk kendaraan perempuan, karena desainnya yang didominasi tarikan garis yang lembut dan ditambah tampang dan buritan yang ‘manis’, kesan itu hilang sama sekali untuk New City yang benar-benar baru nanti.
Sekilas, model Honda City baru ini mirip dengan Acura, model mewah dari Honda. Kesan sport sangat kental melekat pada bodi model anyar ini. Gril berkelir hitam dengan empat kisi ‘memegang’ logo H yang diapit dua buah head lamp yang menyipit ke samping.
Kesan macho dan sangar terlihat dari desain bumper dengan lekukan garis yang melanjutkan garis tepi lampu hingga ke bawah, mirip lidah menjulur.
Kesan agresif juga tampak dari samping dengan pilar C yang agak landai namun kokoh.
Dari sisi buritan, kesan sport itu juga belum hilang. Dengan desain tail lamp yang mirip Vios lama, agresivitas tercermin dari desain bumper belakang dan tutup bagasi yang dilengkapi ‘ekor itik’.
Memang, gambar All New City yang didapatkan dari Internet ini tidak menyertakan spesifikasi dari model anyar ini. Tapi yang jelas New City ini benar-benar gagah, sangar dan macho, jadi pas buat mereka yang berjiwa muda. Jadi, para penggila City sebaiknya sabar dulu, karena Honda belum mengumumkan kapan model gres ini meluncur. (*)
(inilah.com)
Waow, 2,5 Juta Motor Mudik!
![]() |
|
| (istimewa) |
Musim lebaran sudah semakin dekat dan banyak orang memilih menggunakan jenis transportasi sepeda motor untuk mudik atau pulang ke kampung halamannya.
Tahun ini diperkirakan jumlah pemudik naik 16,4% hingga mencapai 15,8 juta dari tahun lalu. Dari 15,8 juta tersebut, pemudik yang menggunakan jalur darat adalah yang paling banyak hingga 9,9 juta.
Sementara itu prediksi Departemen Perhubungan (Dephub) dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Angkutan Lebaran baru-baru ini di Jakarta menyebutkan bahwa pemudik motor tahun ini meningkat 18% dari 2,12 juta tahun lalu menjadi 2,5 juta sepeda motor tahun ini.
Berikut tips mudik bagi pengendara sepeda motor:
• Pengendara dan penumpang:
1. Pastikan Kondisi badan sehat. Lakukan pemanasan fisik dan persiapan mental/emosi.
2. Gunakan perlengkapan, helm full face,sarung tangan, jaket yang melindungi seluruh badan, dan berwarna terang.
3. Persiapkan surat-surat atau dokumen yang lengkap, seperti KTP, SIM, dan STNK.
4. Siapkan perlengkapan, seperti kunci pas/busi, tang, obeng min-plus, lap, dan peta mudik.
5. Lakukan pemeriksaan bensin dan fuel meter; aki dan kelistrikan, oli, ban: tekanan angin dan keausan, rantai roda: jarak bebas dan pelumasan, mesin: kebocoran oli dan kabel busi, rem: minyak dan kampas rem, kopling:
Jarak bebas dan kelayakan kabel kopling, lampu, klakson, dan kaca spion.
• Saat berkendara
6. Kelelahan. Jaga kondisi badan. Istirahatlah setiap 1-1,5 jam perjalanan.
7. Berboncengan. Idealnya 2 orang saja. Anak kecil bonceng di belakang, bila di depan resikonya anak akan diterpa angin. Ini berbahaya untuk kesehatan. Mengganggu pengendalian sepeda motor.
8. Menerima telepon/ponsel mengganggu konsentrasi berkendara. Lebih baik menepi dan
berhenti.
9. Siapkan jas hujan dan pelindung sepatu. Lebih hati-hati karena jalan lebih licin di saat Hujan.
10. Lakukan perjalanan siang. Bila malam perhatikan kondisi badan harus prima. Pastikan lampu menyala agar terlihat pengendara lain. Helm, pakaian, dan jaket
berwarna terang.
11. Jalan beriringan. Perhatikan jarak dengan kendaraan di depan dan samping. Hindari berbincang dengan pengendara lain.
12. Jalan rusak dan bergelombang. Hindari, bila terpaksa, angkat pinggul sehingga lutut Membantu untuk meredam kejut akibat jalan rusak.
13. Membawa barang. Tidak melebihi: tinggi pengendara, lebar setang dan panjang kendaraan. Berat, tidak melebihi ketentuan pabrikan. Pastikan barang terikat kuat dengan kendaraan.
14. Patuhilah rambu lalu lintas demi kelancaran dan kenyamanan berkendara.
15. Berdoa agar dilindungi Tuhan Yang Maha Esa. Berdoalah sebelum melakukan Perjalanan.
(inilah.com)
Honda Belum Tergoyahkan di Pasar Roda Dua

“Sampai bulan delapan kemarin, kelas bebek menempati posisi tertinggi disusul scooter matic dan sisanya tipe sport. Kalau kondisi ini bertahan hingga akhir tahun. Pertumbuhan tahun depan bisa naik sebesar 6,5 jutaan,” ungkap Johannes Loman, Marketing Director PT. AHM, kepada okezone selepas acara buka puasa di Rumah Maroko, Jakarta Pusat.
Dirinya optimis menyebut kisaran angka pertumbuhan tadi berdasarkan situasi sosial dan politik yang mulai sehat. Sementara itu ketika ditanya besaran kenaikan disaat musim mudik. Johanes hanya mengatakan biasanya terjadi peningkatan 5 hingga 10 persen.
Dari sejumlah tipe dikelas bebek, Honda Revo dan Supra X 125 tercatat sebagai penyumbang angka terbesar. Sedangkan Vario dan Beat mampu meninggalkan keluarga sport, semisal Honda Mega Pro maupu City Sports 1.
(okezone)
Bale Santai di Posko Mudik Honda

“Sudah ketiga kalinya AHM menggelar mudik bareng, inilah bentuk apresiasi kami bagi pelanggan setia Honda. Tahun ini di perkirakan jumlah peserta yang ikut mencapai 3.500 pemudik. Dua kali Lebih besar dari tahun 2007,” tutur Istiani Susanti, Customer Care Head PT. AHM beberapa waktu lalu.
Hajatan tahunan ini akan dimulai 26 September mendatang. Adapun daerah tujuan kali ini adalah kota gudeg, Yogyakarta dengan titik keberangkatan dari tiga kota besar, Jakarta, Bandung dan Surabaya. Sirkuit Ramadhan AHM 2008, bertajuk “Menuju Lintasan Kemenangan Hati” bisa anda manfaatkan selama dalam perjalanan menuju kampung halaman. Pasalnya beragam aktivitas menarik sudah disiapkan ATPM kepak sayap ini. Seperti takjil Ramadan disetiap Honda Mart, Aksi Ramadhan diisi berbagai games menghibur, city touring dalam Roda Ramadhan, tak lupa juga Bengkel Ramadhan yang siap membantu dan mengatasi permasalahan motor Honda kesayangan anda.
Selain itu, yang menjadi andalan Bale Santai Honda yang tersebar dari Lampung hingga Denpasar. Terbagi atas dua kategori, yakni Bale Santai Honda Image (BSHI) terdiri dari lima bale yang sifatnya sebagai posko utama. Jam beroperasinya selama 24 jam.
Kelompok satunya lagi, Bale Santai Honda Accesbility (BSHA) sebanyak 29 bale sebagai posko penghubung dengan jam operasi mulai dari pukul 07.00 WIB sampai 23.00 WIB. Cukup membayar pendaftaran Rp50.000 (peserta Jakarta) dan Rp75.000 (peserta daerah).
Perlengkapan berkendara, fasilitas mulai dari tempat istirahat, tuneup, dan servis motor gratis, voucher bensin selama perjalanan sampai pengawalan oleh Ditlantas Polri dan asuransi kecelakaan, menjadi paket manarik untuk mudik tahun ini.
(okezone)
RI Basis Produksi Transmisi Otomatik
![]() |
|
| Budi Darmadi (Dirjen Industri Alat Transportasi &Telematika), Norio Tezuka (Presiden Direktur HPPM), Teruo Kowashi (Executive Advisor Honda Motor), Kusnadi Budiman (Senior Vice President HPM) (istimewa) |
Produsen otomotif asal Jepang, Honda menjadikan Indonesia basis produksi transmisi otomatik untuk mobil ke-3 terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Jepang.
Pada perayaaan produksi ke-1.000.000 unit transmisi otomatik sejak 2003, Executive Adviser Honda Motor Teruo Kowashi, di Karawang, Jawa Barat, menyatakan harapannya pabrik PT Honda Precision Parts Manufacturing (HPPM) yang memproduksi komponen otomotif tersebut menjadi perusahaan global.
“Setelah mencapai produksi (transmisi otomatik) satu juta unit dalam lima tahun akan ada masa HPPM melakukan perluasan produksi,” ujar Kowashi yang menjadi Presdir HPPM pertama ketika perusahaan itu beroperasi tahun 2003.
Ia menilai perluasan itu penting bagi keberadaan HPPM di masa datang. Namun Presdir HPPM Norio Tezuka menyatakan belum ada rencana perluasan produksi. Sampai saat ini perusahaan itu masih mengoptimalkan pemanfaatan kapasita produksi transmisi otomatik sebanyak 370 ribu unit per tahun.
Direktur HPPM Nakanori Mariyama memperkirakan produksi ke-5 juta unit transmisi tersebut baru akan dicapai dalam 14 tahun, mengingat kapasitas produksi masih sekitar 370 ribu unit per tahun.
“Perluasan produksi masih sangat tergantung pada permintaan pasar,” katanya. Saat ini produksi transmisi otomatik HPPM sebanyak 95% dipasok ke 12 negara tujuan ekspor seperti Thailand, Malaysia, Philipina, Vietnam, Brazil, Turki, Taiwan, India, Pakistan, Inggris, dan Meksiko.
Sedangkan sisanya lima persen atau sekitar 18 ribu unit dipasok ke dalam negeri untuk Honda Jazz matik dan CRV matik yang di produksi PT Honda Prospect Motor (HPM).
Mariyama mengatakan pihaknya akan mengembangkan investasi produksi komponen di Indonesia karena menilai Indonesia memiliki sumber daya manusia yang handal dan biaya produksinya lebih bersaing dibandingkan basis produksi Honda di AS dn Jepang.
Selain memproduksi transmisi otomatik, HPPM juga memproduksi engine valve dengan kapasitas 7,5 juta unit per tahun, four wheel drive untuk kendaraan roda empat dengan kapasitas 161 ribu unit per tahun, dan primary driven gear untuk roda dua (1,875 juta unit per tahun).
Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Depperin Budi Darmadi yang hadir pada acara tersebut, berharap pencapaian produksi transmisi otomatik ke-2 juta hanya membutuhkan waktu tiga tahun berikutnya. (*)
(inilah.com)
Honda Blade 110R Baru Akan Luncur Oktober

Honda Blade 110R adalah jurus PT Astra Honda Motor (AHM) menggebrak pasar Tanah Air. Namun, kuda besi mutakhir ini baru akan meluncur ke pasar pada Oktober nanti. Meski belum muncul, nama motor ini sudah santer beredar dan diperbincangkan oleh berbagai kalangan.
Lebih jauh, petinggi AHM menyebutkan bahwa Honda baru ini merupakan produk baru, bukan lagi turunan bebek yang sudah ada. Contohnya mesin yang bukan merupakan hasil bore up tapi new design. Mesin dilengkapi komponen teknologi mirip kelas 125 cc yang membuat usia motor lebih lama, tenaga lebih besar namun irit bahan bakar. (*)
Produsen Motor Jepang Tidak Khawatir Penetrasi Motor India

Produsen motor Jepang mengaku tidak khawatir terhadap serbuan produk motor India yang mulai melakukan penetrasi pasar dalam negeri beberapa tahun terakhir. Pemain-pemain baru asal India seperti Bajaj, TVS mulai sedikit demi sedikit menunjukan posisinya sebagai produsen yang diperhitungkan meskipun secara penjualan belum terlalu besar.
“Masuknya pemain baru seperti India, belum mengkhawatirkan kita, meskipun kita tidak menganggap remeh para pendatang baru ini, secara sales pun mereka masih kecil,” kata Direktur PT Astra Honda Motor (AHM) Julius Aslan dalam acara workshop wartawan industri diselenggarakan oleh PT Astra International di Ciater, Subang, Jumat (29/8).
Dikatakannya, para pendatang baru yang masuk seperti India dengan merek Bajaj dan TVS lebih mengambil segmen sport, yang menurutnya pangsa pasarnya tidak besar hanya berkisar diangka 8% dari total penjualan motor setiap tahunnya.
“Minimal kita pertahankan di segmen bawah seperti bebek, skutik, kalau ini tidak di jaga persaingan di segmen ini juga ketat, dari pada kebobolan,” katanya.
Ia mencontohkan pangsa pasar bebek matik yang setiap tahunnya makin besar, justru itu yang perlu dikawal terus untuk dikembangkan.”Kita lebih melihat apa yang dibutuhkan oleh pasar,” ujarnya.
Untuk bebek konvensional, menurut Julius hingga kini masih mendominasi penjualan motor pasar domestik meski pasarnya kian perlahan digerus oleh bebek skutik.
“Tipe matik di Honda masih dibawah 50% dari penjualan. Kita masukan teknologi injection di segmen bebek agar bisa memberikan tenaga yang responsif, bisa menandingi motor-motor 135 cc,” katanya.
Tahun ini Honda menargetkan pangsa pasar 47% dari total penjualan domestik dengan angka 2,8 juta, bahkan tahun depan bisa ditargetkan tembus diangka 3 juta unit.
“Belum ada perluasan pabrik kapasitas kita sekarang ini 3 juta unit per tahun, kita bisa optimalkan hingga 3,25 juta,” katanya. (*)
(detik.com)
Honda Siap Luncurkan Dua Produk Baru
![]() |
| MEDIA/M Irfan |
“Kami akan memperkuat citra produk dan meluncurkan model baru yang lebih stylish, sporty, cool dengan harga kompetitif untuk memacu penjualan tahun depan,” ujar Direktur AHM Julius Aslan, dalam acara workshop wartawan industri, di Subang, Jumat (29/8).
Julius mengakui pangsa pasar Honda saat ini jauh di bawah pencapaian 2006 sebesar 52%. Di sisi lain, Yamaha sebagai rival utama Honda sukses meningkatkan pangsa pasar dari sekitar 21% menjadi 39% pada 2007.
Menurut Julius, merosotnya pangsa pasar disebabkan belum adanya model baru yang mampu menampung aspirasi pasar. Makanya pada tahun ini AHM meluncurkan lima produk baru sekaligus. Beberapa model yang telah diluncurkan seperti New Revo, CS1, Honda Beat, dan dua model lagi akan menyusul pada sisa tahun ini.
Agresifitas AHM menggenjot pasar, terbukti mampu mendongkrak penjualan AHM hingga 58% per Juli 2008, menjadi 1.684.492 unit dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 1.066.592 unit.
“Pangsa pasar naik tajam dari 43% menjadi 46,4%. Kami optimis bisa mencapai 47% pada akhir tahun ini, menyusul dengan akan dilepasnya dua model tambahan,” papar Julius.
Ia menuturkan, lonjakan penjualan tersebut merupakan buah dari strategi agresif perusahaan sejak awal tahun. Selain itu, imbuhnya, pasar sepeda motor nasional melonjak 46% per Juli 2008 menjadi 3,63 juta unit dari periode sama tahun lalu sebesar 2,4 juta unit.
“Prediksi total pasar sampai akhir tahun 6 juta unit dari 4,7 juta unit. Target penjualan Honda sampai akhir 2008n sebesar 2,8 juta unit,” ungkap dia.
Ia menilai, lonjakan pasar sepeda motor dipicu melambungnya harga komoditas primer terutama di lua Jawa-Bali. Pertumbuhan total sepeda motor di luar Jawa-Bali tumbuh sebesar 60%. Sementara di Jawa-Bali hanya mampu berada mengambil porsi 27%.
“Pertumbuhan penjualan kami di Jawa-Bali mencapai 35% dan di luar Jawa-Bali sebesar 75%,” terangnya.
Ia menambahkan, AHM mengincar 50% pasar motor dalam dua tahun mendatang untuk merebut kembali posisi pasar yang pernah mencapi 52% pada 2006. Untuk itu, target 48% pangsa pasar pada tahun depan harus dicapai.
Julius mengaku, kapasitas produksi AHM saat ini sanggup memenuhi target 3,2 juta unit. Meskipun saat ini kapasitas produksi hanya mampu 3 juta unit. Saat ini AHM masih menjadi pemimpin pasar sepeda motor nasional, dibuntuti oleh Yamaha dengan pangsa pasar 39,1% dan Suzuki 13,6%.
“AHM akan mengejar target dengan cara lembur dan mengatur shift kerja karyawan. Sehingga tidak perlu investasi baru,” ucapnya.
Di sisi lain, AHM memprediksi pasar sepeda motor 2009 dapat naik 10% menjadi 6,6 juta unit, seiring dengan stabilnya kondisi makroekonomi dan masih tingginya harga komoditas. (*)
Pemudik dengan Moda Transportasi Umum Tahun Ini Capai 15,79 Juta Orang
“Dalam beberapa bulan ini kami melihat penumpang angkutan jalan raya dan kereta api meningkat cukup signifikan. Karena tarif angkutan udara sangat elastis. Begitu tarifnya mahal, mereka langsung berpindah ke kereta atau jalan,” ungkap Dirjen Perhubungan Darat Dephub Iskandar Abubakar disela peninjauan unit pemeriksaan kendaraan di Surabaya, Kamis (28/8).
Menurut Iskandar, moda angkutan darat khususnya jalan dan kereta akan mengalami lonjakan. Hal ini terjadi setelah harga tiket pesawat kembali tinggi mengikuti harga BBM. Selain itu, jumlah armada angkutan udara menurun hingga 13,27%. Penurunan ini disebabkan berhentioperasinya maskapai Adam Air.
Untuk itu, Iskandar menyatakan prioritas pengamanan di jalan menjadi sangat penting. Dia mengatakan untuk pemudik berkendaraan sepeda motor tahun ini akan mencapai 2,5juta. Bila satu sepeda motor mengangkut dua orang, maka pengguna moda angkutan ini sedikitnya mencapai lima juta orang. “Kita mengharapkan para pengendara motor bisa lebih berhati-hati misalnya jumlah penumpang dibatasi hanya dua orang,” katanya.
Iskandar mengakui pemerintah tidak bisa melarang orang mengendarai sepeda motor. Namun, untuk membantu pemudik bermotor pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyediakan pengawalan. Selain itu, kepada pengusaha dihimbau untuk menyelenggarakan program mudik. “Misalnya mudik pengusaha jamu bagi para penjual dan lainnya,” katanya.
Infrastruktur Terbatas
Iskandar mengakui untuk angkutan darat saat ini infrastrukturnya masih terbatas. Kapasitas jalan dan kelancaran lalulintas menjadi kendala setelah pemudik lebih banyak menggunakan angkutan pribadi. Untuk itu, Dephub akan berkoordinasi dengan Kepolisian untuk menjaga kelancaran lalulintas sepanjang masa mudik maupun arus balik.
“Dengan adanya perbaikan ekonomi orang sekarang beralih dari kendaraan umum ke pribadi. Sehingga, sekarang masalah beralih dari ketersediaan armada menjadi masalah kapasitas jalan dan kelancaran lalulintas,” jelas Iskandar.
Untuk itu, Iskandar mengatakan pihaknya tengah mengusahakan pemasangan sistem GPS (Global Position System) di beberapa bis antar kota. Saat ini perusahaan angkutan yang sudah menerapkannya diantaranya Nusantara, Primajasa, dan Hiba. Dephub akan meminta hak akses pada GPS. Dengan sisem GPS ini diharapkan bisa dipantau kondisi jalan. “Berapa kecepatannya, di mana berhenti. Sehingga, kita bisa tahu di mana jalan yang macet,” katanya.
Selain sistem tersebut, Iskandar mengatakan dalam waktu dekat akan diadakan rakornas. Dalam rakornas akan dipertemukan seluruh pemangku kepentingan. Baik departemen teknis terkait, pemerintah daerah, dan Kepolisian. Dengan koordinasi ini diharapkan penumpukan angkutan barang maupun orang tidak akan terjadi.



